PERMASALAHAN ISLAM DI ZAMAN MODERN DAN SOLUSI PENYELESAIANNYA

Assalamu'alakum warohmatullahi wabarokatu. 

Bertemu lagi dengan Saya Husnul. Pada kesempatan yang berbahagia ini. Saya akan membuat sebuah artikel yang berjudul Permasalahan islam di zaman modern dan solusi penyelesaiannya. Kita hidup pasti selalu menemukan yang namanya masalah.

Bermacam-macam penyebab masalah itu !. Masalah datang bisa karena kita berbeda pandangan dengan orang lain, misal  masalah diperusahaan ,dalam bisnis bisa disebabkan beda pendapat tentang cara memajukan bisnisnya, dalam perkara ini merasa paling benar, dan mengabaikan pendapat yang lain.

Sumber Gambar : kmjmesir.org


Masalah rumah seorang suami kadang tidak suka dengan istri yang susah diatur , dalam perkara ini suami merasa tidak dihargai lagi, untuk sang istri yang menimbulkan masalah biasanya istri tidak bersyukur atas pemberian suaminya (mengeluh).

Allah memeberikan manusia akal dan nafsu, yang harus kita gunakan pemberiannya ke hal-hal positif dalam hala menyikapi setiap permasalah hidup yang lebih mengutamakan akal pikiran untuk dan bagaimana cara  mengatasinya permasalah dalam islam diera modern ini, Menurut saya disebakan salah kaprahnya memahami isi Al-Qur'an dan hadist dan menerapkan dalam kehidupan, kita ambil contoh  soal soal poligami di haramkan oleh sebagian orang mereka berpendapat bahwa poligami adalah bentuk penindasan kepada wanita padahal kan itu jauh sekali pandangannya tentang poligami.

Berikut saya kutip dari news detik.com

Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyampaikan pidato politik akhir tahun 2018. Dalam pidato itu, Grace menyuarakan perlawanan terhadap hoax serta menolak poligami. Ada alasan khusus?

Dalam keterangan Grace yang diterima detikcom, Rabu (12/12/2018), pidato tersebut diberi judul 'Keadilan untuk Semua, Keadilan untuk Perempuan Indonesia'. Grace awalnya menceritakan betapa dirinya kini sering terharu ketika mendengar atau menyanyikan lagu 'Indonesia Raya'. Ada cinta yang makin besar terhadap negeri ini, sekaligus kecemasan yang dirasakan Grace.

"Orang menyebut ini adalah abad ketersinggungan, sebuah abad yang penuh amarah. Masa ketika politik dipenuhi oleh prasangka yang tumbuh subur akibat meluasnya hasutan dan ujaran kebencian," kata Grace.

Grace lalu bicara soal penelitian seseorang bernama Cherian George yang mengatakan ada rekayasa ketersinggungan yang diciptakan 'entrepreneur kebencian'. Hasutan kebencian itu disebutnya disebarkan lewat media sosial. Itulah yang disebut Grace sebagai produk hoax.

"Hasutan kebencian ini tersebar melalui social media dalam bentuk hoax. Informasi palsu yang sengaja dibuat menyerupai kebenaran. Hoax yang merajalela akan menenggelamkan akal sehat. Memperkuat politik identitas, politik perkauman. Itulah ancaman terbesar bagi persatuan kita hari ini," sebut Grace.

Grace mengatakan perempuan juga kerap jadi korban kebencian, termasuk dirinya. Dia mengungkit fitnah yang menyebut dirinya punya hubungan khusus dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Grace juga mengungkit pidatonya tentang penolakan perda berbasis agama yang berujung laporan. Satu lagi kasus yang diungkitnya ialah soal editan foto dirinya seolah-olah berpenampilan porno.

Selain dia, Grace menyebut caleg PSI dari Dapil Sumut III, Dara Adinda Nasution, mengalami pelecehan dan disebut 'pelacur'. Dara disebut Grace menceritakan pelecehan yang ia alami melalui artikel di salah satu media cetak.

Ada juga Susy Rizky, caleg PSI dari Jabar VI. Nomor telepon Susy, kata Grace, disebarkan di grup laki-laki iseng sebagai perempuan bayaran. Setahun terakhir, Susy disebut memblokir enam ribu nomor telpon yang mengganggunya setiap malam.

"Itulah risiko yang perempuan hadapi ketika masuk ke politik dan berani menyuarakan pendapat," sebut Grace.

Grace tak mau kader perempuan PSI hanya diam menghadapi hoax tersebut. Meski demikian, dia meminta PSI tak membalas dengan membuat atau menyebarkan hoax tandingan.

"Untuk menanggapi serangan itu, kepada seluruh pengurus dan kader PSI saya instruksikan: jika lawan politik menyebar fitnah dan hoax, kita tidak boleh ikut-ikutan!" tegasnya.

"Ketika mereka memainkan politik rendahan, kader PSI justru harus meninggikan mutu. Meningkatkan kualitas, belajar lebih banyak, perbaiki cara berargumen, turun ke basis-basis melanjutkan kerja perubahan, sambil terus berani mengatakan yang benar!" sambung eks jurnalis itu.

Grace lanjut bicara soal ketidakadilan yang dialami perempuan. Dia pun kemudian dengan tegas menolak poligami.

"Tapi kita tidak boleh lupa, di tengah berbagai kemajuan, masih ada banyak perempuan mengalami ketidakadilan. Riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya, praktik poligami menyebabkan ketidakadilan: perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan," sebut Grace.

"Karena itu, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami. Apakah kalian akan rela jika ibu kalian diduakan? Apakah Bro and Sis rela jika kakak atau adik Bro and Sis dimadu? Apakah Bro and Sis rela jika anak Bro and Sis menjadi istri kedua atau ketiga? Tidak, kita pasti tidak rela!" imbuhnya.
(gbr/van)

Teman-teman yang diberbahagia pandangan saya tentang masalah poligai jauh berbeda dengan yang diatas kita perlu tahu nabi berpoligami bukan karena nafsu tapi karena tuntutan dakwah. oke kita harus tau alasan nabi poligamai. Pertama dengan siti khodijah


Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memperistri 9 wanita. Apa pelajaran yang dapat kita petik dari poligami beliau ini. Pertama, wanita-wanita yang masih gadis tidak dinikahi oleh nabi, padahal bukan hal yang mustahil untuk nabi. Perempuan yang masih gadih yang dinikahi oleh nabi hanya  (Aisyah). Istri nabi hampir semua adalah janda-janda yang telah memiliki anak . Tujuan nabi menikahi ummahatul mukminin tersebut bukan untuk mencari kepuasan, Menikahi banyak wanita diperintah oleh Allah tujuan agar sunnah-sunnah yang tidak tampak kecuali di rumah, bisa diriwayatkan secara utuh. tugas istri-beliau meriwayatkan sunnah-sunnah beliau saat di rumah dan para sahabat meriwayatkan sunnah-sunnah beliau ketika di luar rumah. Jika nabi hanya beristrikan empat wanita, dua, atau satu saja, maka sunnah-sunnah beliau di rumah hanya disandarkan pada orang yang sangat sedikit, sehingga Allah perintahkan beliau untuk menikahi sembilan perempuan agar riwayat-riwayat tersebut disandarkan kepada orang yang banyak (sehingga menguatkan riwayatk tersebut).Tujuan lainnya adalah menundukkan hati kabilah-kabilah besar agar mereka memeluk Islam. Seperti pernikahan beliau dengan Zainab binti Jahsyi  Shofiyyah binti Huyay bin Akhtab radhiallahu ‘anha, kemudian masuklah segolongan orang Yahudi ke dalam Islam. Demikian juga pernikahan beliau dengan Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha yang menjadikan kabilah dari Zainab ini masuk Islam. Juga pernikahan beliau dengan anak Abu Bakar dan Umar, yakni Aisyah dan Hafshah radhiallahu ‘anhum, sehingga hubungan beliau semakin dekat dengan dua sahabatnya ini layaknya menteri-menteri beliau.

Jadi Allah memerintahkan beliau menikahi banyak wanita memiliki hikmah dan pelajaran yang banyak, baik hikmah tersebut kita ketahui atau hikmah itu Allah simpan dalam ilmu-Nya saja, dan hal ini termasuk kekhususan bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di antara kekhususan lain bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bisa jadi beliau melewati dua atau tiga hari dalam keadaan berpuasa. Beliau berbuka ketika maghrib lalu melanjutkan puasanya di esok hari atau bahkan sampai lusa. Pada saat para sahabat mengetahui hal ini, mereka pun merasa khawatir dengan kondisi beliau, beliau menjawab “Aku berbeda dengan kalian. Saat aku tertidur Rabb ku memberiku makan dan minum.” Kekhususan lain bagi beliau adalah ketika beliau wafat di hari Senin, beliau baru dimakamkan di hari Rabu. Jasad beliau sama sekali tidak berubah, berbeda dengan orang lain jika mengalami hal serupa tanpa diberikan formalin dan keadaan kota Madinah yang sangat panas, keadaan fisik beliau tidak berubah sama sekali.

Dengan demikian kita bisa mengetahui keistimewaan yang diberikan Allah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kekuatan fisik beliau, kekhususan boleh menikahi sembilan wanita, bahkan kekhususan setelah wafatnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Islam memiliki solusi dalam Menyelesaikan Masalah dalam Islam jaman sekarang.


Manusia ingin mendapatkan kebahagiaan didunia dunia ini, semua orang pasti ingin mencari yang namanya kebahagian dengan berusaha untuk bisa memperolehnya, sama saja apakah dia seorang muslim atau kafir, orang yang baik atau pun yang fajir. Allah Subhanahu wa ta’ala berkata menjelaskan kepada kita tentang keadaan orang-orang kafir di dalam pencarianya mereka tentang kebahagian, Allah berfirman:

 ( سورة البقرة : 135)(قال الله تعالى: وَقَالُواْ كُونُواْ هُودًا أَوۡ نَصَٰرَىٰ تَهۡتَدُواْۗ قُلۡ بَلۡ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ حَنِيفٗاۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١٣٥

“Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah : “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. dan bukanlah Dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”. QS al-Baqarah: 135.

Karena orang kafir menyangka bahwa orang yang mengikuti agama Yahudi atau Nasrani akan mendapat petunjuk dan memperoleh kebahagiaan. Bahkan yang lebih menakjubkan lagi hewan pun sebenarnya sering mencari yang namanya kebahagian,(itu bisa kita buktikan) jika dirinya terkena sinar matahari dan tidak tahan akan sengatannya maka dia akan segera pergi ke sungai lalu nyebur ke dalam air untuk berendam di dalamnya supaya tidak kepanasan, ada lagi yang meninggalkan tempat atau rumahnya berjalan untuk mencari pohon yang baru atau tembok yang kira-kira bisa untuk berlindung di bawahnya, semua itu dia lakukan dalam rangka ingin memperoleh kebahagian. Adapun keadaan manusia dalam kehidupan ini, sebagaimana yang Allah Ta’ala sifati seperti dalam firmanNya:

 ( سورة البلد : 4)(قال الله تعالى: لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِي كَبَدٍ ٤

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”. QS al-Balad: 4.

Imam Ibnu Katsir mengatakan tentang ayat di atas:

“Mereka berada dalam kepayahan, dalam masalah perkara dunia, dan dalam perkara akhirat. Dalam sebuah riwayat di katakan mereka berada dalam keadaan susah payah yang sangat karena sempitnya ruang kehidupan di dunia dan beratnya beban yang dipikul ketika di akhirat”.

Maka manakala sebuah musibah turun menimpa, membikin suasana menjadi gelap gulita, dunia menjadi terasa sempit, maka dalam menangani problematikanya terkadang di butuhkan waktu yang lama serta usaha yang sungguh-sungguh bahkan bisa membutuhkan bantuan dari orang yang di percayai. Dan insya Allah akan saya sebutkan (dalam buku ini) sebagian hal positif yang bisa membantu mengatasi problem dan meminimalisir terjadinya problem tersebut, bahkan kemungkinan untuk bisa mencegah awal mula munculnya. Namun jangan langsung beranggapan bahwa siapa saja yang membaca cara pemecahan problem ini langsung mendapati dirinya bisa keluar dengan sempurna dari problematika kehidupan atau langsung hilang problematikanya dalam sekejap, tapi keadaanya bisa kita gambarkan seperti sebuah bangunan yang tinggi, terkadang bergoyang terkena angina kencang atau jatuh bagian bangunanya, maka yang perlu di pahami bahwa di sini kita sedang mencoba bersama untuk memperbaiki bangunan tersebut dan mengeluarkan sesuatu yang memang tidak di butuhkan lagi, dengan mempertahankan yang tersisa untuk tetap selamat kemudian mencoba membangun kembali, demikian seterusnya…dan membangun tidak seperti orang yang sedang merobohkan oleh karena itu dibutuhkan usaha yang maksimal dan kesabaran serta semangat yang panjang sampai bisa menyelesaikan problem yang di milikinya dengan izin Allah Azza wa jalla.

 Pertama Mengucapkan kalimat istirjaa ketika mendapat musibah

Jika seseorang di timpa musibah, maka pertama kali yang harus dilakukan untuk bisa mengobatinya yaitu kembali kepada Allah Ta’ala dengan mengucapkan:

قال الله تعالى: { إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ } ( سورة البقرة : 156)

“Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali”. QS al-Baqarah: 156.

Dan kalimat istirjaa ini termasuk bagian dari adab Nabawi yang agung, karena kalimat tersebut akan membuat hati menjadi tenang dan tentram. Sebagaimana telah di riwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya dari haditsnya Umu Salamah semoga Allah meridhoinya, dia mengatakan: “saya mendengar Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 اللهم أجرني في مصيبتي وأخلف لي خيرا منها إلا أخلف الله له خيرا منها…”)) (رواه أبو داود والدارقطني وغيره){إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ}قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ما من مسلم تصيبه مصيبة، فيقول ما أمر الله:

“Tidaklah seorang muslim terkena musibah, kemudian mengucapkan kalimat yang telah di perintahkan oleh Allah Ta’ala dalam (kitabNya) yaitu mengucapkan “inaa lillahi wa inaa ilahi roji’un”, Ya Allah berilah pahala pada musibah yang menimpaku, dan berilah ganti darinya yang lebih baik, melainkan Allah pasti akan menggantinya yang lebih baik darinya”. HR Muslim.

Perhatikan bagaimana Ummu Salamah semoga Allah meridhoinya benar-benar melaksanakan wasiat Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam tersebut dengan mengucapkan istirjaa tatkala di tinggal mati oleh suaminya Abu Salamah, maka kemudian Allah Azza wa jalla menggantinya dalam musibah tersebut dengan yang lebih baik, dengan mendapatkan kemulian diperistri oleh Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Namun perlu di ingat terkadang ganti tersebut Allah Ta’ala berikan ketika di dunia, atau di ambil nanti ketika di akhirat, atau juga mendapat di kedua negeri tersebut, di dunia dan diakhirat.


Kedua Perlahan dan tidak tergesa-gesa

Kebanyakan masalah biasanya terjadi dalam ruang lingkup anggota keluarga atau antara pasangan suami istri, atau bisa juga terjadi antar sesama teman dan saudara. Oleh karenanya jika terjadi masalah, maka bagian terbesar yang bisa membantu untuk memecahkanya adalah sikap pelan-pelan tidak terburu-buru sambil berpikir tentang masalah yang sebenarnya dan tidak tergesa-gesa di dalam mengambil keputusan. Dan keputusan tetap berada di tanganmu, jika kamu mempunyai pemikiran untuk hari ini maka itu merupakan pemikiran untuk hari esok juga, tidak ada yang membuat dirimu merasa di rugikan dengan lambatnya kamu di dalam mengambil keputusan, bahkan dengan sebab itu pikiranmu bisa berubah untuk mendapat keputusan yang terbaik, begitu seterusnya. Terlebih dengan diiringi hati yang tenang, kemarahan telah sirna dan kegalutan pun telah pergi, maka itu bisa lebih banyak membantu untuk menemukan solusi yang tepat. Dan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Aisyah di dalam sabdanya:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((عليك بالرفق وإياك والعنف والفحش، فإن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه، ولا ينزع من شيء إلا شانه”)) (رواه مسلم)

“Berbuatlah dengan lembut lembut dan jauhi olehmu permusuhan dan perbuatan keji, sesungguhnya tidaklah lemah lembut itu di letakan pada suatu perkara melainkan ia pasti akan menghiasinya, dan tidaklah di cabut lemah lembut tersebut dari suatu perkara melainkan akan menjadikan jelek”. HR Muslim.

Anjuran ini pada asalnya di tujukan pada ibunda kita Aisyah, namun setelahnya langsung mengarah kepada seluruh orang-orang yang beriman. Kita tidak pernah mendengar bahwa sifat mudah marah dan mudah terpancing emosi itu bisa mendatangkan kebaikan (di manapun tempatnya), kalau sekiranya saya ceritakan hasil dari penelitian pada orang-orang yang mudah marah maka kalian pasti akan heran di sebabkan banyaknya akibat buruk dari sikap ini, seperti, akan menjadikan anak satu sama lain saling berkelompok karena takut dengan bapaknya yang garang, terhempasnya keluarga, dan menjadikan penjara penuh untuk menampung tahanan…semua itu di sebabkan kemarahan yang terkadang sifatnya hanya sebentar. Betapa indahnya kalau mau berpikir terlebih dahulu sebelum berbuat sambil di hiasi dengan kelemahlembutan dan sikap bijak dalam bertindak.


dalam dekade terakhir dapat kita lihat pada salah satu pandangan seorang ulama yang memiliki pangkat Professor hidup di Amerika Serikat, mengajar di beberapa universitas dan pemimpin beberapa lembaga Islam yaitu Profesor Isma’il Raji Al-Faruqi. Menurut Al-Faruqi, umat Islam pada saat ini berada di anak tangga bangsa-bangsa terbawah. Bahkan, bukan hanya itu tetapi kaum muslimin telah dikalahkan, dibantai, dirampas negerinya dan kekayaannya, dirampas kehidupan dan harapannya. Umat Islam difitnah dan dijelek-jelekkan di hadapan seluruh bangsa-bangsa. Umat Islam dituduh agresif destruktif, mengingkari hukum, teroris, biadab, fanatik, fundamentalis, kuno dan menentang zaman, sehingga umat Islam menjadi sasaran kebencian bagi orang-orang non Muslim.

Sangat memprihatinkan Apabila kita berusaha membaca dari berbagai berita yang menggambarkan situasi negara-negara masyarakat Muslim selama ini, gambaran seperti diungkapkan Al-Faruqi ternyata memang ada. Di sisi lain, kenyataan yang sangat memprihatinkan lagi adalah dunia Islam terus terjadi pertentangan, sesama, perpecahan, pergolakan dan peperangan. Kekayaan yang dimiliki negara-negara Muslim ini berlimpah, tetapi rakyatnya miskin-miskin. Negara Islam terluas dibandingkan dengan negara-negara lain, terkaya, akan tetapi masyarakatnya rata-rata tertinggal.

Kita harus kembali kepada tujuan nabi Apa tujuan nabi menyempurnakan akahlak, kalau akhlak kita baik maka baiklah dunia.Karena di desa-desa terus terjadi kemiskinan, maka mereka berbondong-bondong pindah ke kota. Tetapi di kota pun kemudian mereka juga hidup di gubuk-gubuk, karena mereka juga tidak memiliki skill untuk menghadapai kehidupan kota. 

Kekayaan minyak dan gas bumi yang telah diperkenankan Allah Swt kepada beberapa negara Islam, ternyata tidak merupakan nikmat seperti seharusnya, karena pengolahannya terpaksa diserahkan kepada tenaga asing --non Muslim-- dan kemudian oknum di pemerintah masing-masing negara berfoya-foya dengan kekayaan tersebut. Bahkan kekayaan mereka disembunyikan dengan menyimpan uang di bank-bank luar negeri. Hal ini juga sesungguhnya memperkuat kelompok yang tidak menghendaki umat Islam hadir untuk memimpin dunia. (Ismai’il Raji al-Faruqi, Islamization of Knowledge: General Principles and Workplan, terj. Anas Mahyuddin, Bandung: Penerbit Pustaka, hal. 1-2).

Bagi seorang Muslim, seharusnya Memiliki cita-cita menghadirkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Karena Islam yang rahmatan lil ‘alamin bukan hanya memberi kesejahteraan dan kenyamanan hidup untuk umat Islam saja, tetapi akan menjadi penyejuk bagi semua umat manusia yang ada di permukaan bumi, bahkan juga alam-alam sekelilingnya. Jika tidak mempunyai cita-cita tersebut maka umat Islam tidak pernah menjadi umat yang disenangi kehadirannya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) M Zainal Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), mengungkapkan pentingnya fokus agenda periortas umat. Umat perlu memahami apa-apa yang menjadi agenda prioritas umat yang baik. TGB menyatakan umat Islam memiliki kepentingan bersama dalam persatuan kemajuan bangsa. Insya Allah kalau sudah mempunyai semangat persatuan agenda umat Islam akan lebih mudah kita laksanakan. Umat Islam selanjutnya perlu memprioritaskan agenda keummatan yang penting bagi kemaslahatan masyarakat. Salah satunya terkait ekonomi kerakyatan.

Dengan jumlah umat Islam yang besar dan mayoritas kemajuan Indonesia sangat tergantung pada umat Islam. Mengisi setiap ruang yang khidmat di republik ini. Menurutnya umat Islam tak terus menerus memperbincangkan perbedaan dari sisi ibadah seperti membaca kunud, jumlah rakaat tarawih, membaca zahar atau sir. Sebagaimana tingginya toleransi umat Islam dengan umat non muslim, tolerasi dan saling menghargai sesama umat Islam itu sendiri, seharusnya juga dibangun sikap saling menghormati dan berlapangkan dada jika ada perbedaan. Jika sudah ada semangat persatuan, agenda umat akan lebih mudah kita laksanakan. Umat Islam perlu menumbuhkan dan memahami apa yang menjadi prioritas umat dengan baik.

Sesuatu yang perlu didahulukan ya didahulukan dan sesuatu yang dirasakan yang tidak terlalu mendesak bisa ditunda. Persatuan umat Islam merupakan sumber energi yang sangat besar bagi kemajuan. Di masa penjajahan Belanda umat Islam dibiarkan tumbuh bermacam-macam organisasi umat termasuk mendirikan masjid-masjid. Tetapi kalau umat sudah berkumpul dan bersatu maka diusahkan pecah agar mudah mereka mengasai. (Tausiah Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamamd Zainul Majdi, di Pondok Pesantren al-Mizan Kabupaten Lamongan, Republika co.id, 28/4/2018).

Apa agenda ke depan?
Lalu apa agenda dakwah kita ke depan? Sebagaimana pembagian ilmu yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali ada ilmu fardhu ‘ain dan ilmu fardhu kifayah, maka dakwah awal harus kita fokuskan yang fardhu ‘ain.

Umat dan bangsa yang alamnya subur makmur ini masih diimpit banyak beban berat di punggungnya. Ratusan ribu hingga jutaan anak-anak negeri harus mengais nasib di luar negeri dengan segala beban dan derita, hatta harus meregang nyawanya. Meski banyak yang sukses tetaplah rindu rumah kampungnya.

Jika di negerinya sendiri terbuka lapangan kerja yang leluasa maka mereka tidak lah akan pergi mengadu nasib di negeri orang. Sementara anak-anak bangsa di tanah air harus mulai bersaing dengan tenaga asing yang berbondong-bondong membanjiri negeri ini dengan segala kemudahannya. Umat dan bangsa ini masih tertinggal secara ekonomi, dari yang di bawah garis kemiskinan hingga ambang batas hidup yang pas-pasan.

Ggenerasi muda Islam harus kembali kepada hukum islam yang mana didalamnnya sudah lengkap solusi untuk segala zaman , justru jauh dan asing dari kehidupannya. Alquran hanya diambil oleh sebagian kecil generasi muda Islam dalam aspek bacaannya saja sementara ketentuan dan hukum-hukumnya ditinggalkan. Manusia diciptakan Allah, untuk beribadah kepada-Nya, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. azd-Dzariat: 56).

Maka sangat wajar, jika Allah menuntut manusia terutama generasi muda Islam untuk beribadah, karena Allah telah menciptakan, memberikan kekuatan dan menurunkan nikmat yang sangat banyak kepadanya. Alquran memberikan petunjuk yang jelas, yaitu meletakkan seluruh aspek kehidupan dalam rangka ibadah dan solusi pencapaian kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kebahagiaan yang hendak dicapai adalah kebahagian yang hakiki dan abadi.

Ketiga, memperbaiki akhlak atau moral. Generasi muda Islam harus didekatkan dengan Alquran, penghayatan pesan moral dan akhlak mutlak harus ditanamkan, agar terjadi keseimbangan dalam bertindak. Lemahnya generasi muda Islam dalam mengamalkan pesan moral yang termaktub dalam Alquran, turut memperlemah langkah-langkah penegakan syariat islam.

Mungkin hanya itu saja artikel saya semoga memberikan manfaat bagi saya dan umumnya bagi pembaca yang budiman

Wasslamu'alaikum Wr. Wb

1 Response to "PERMASALAHAN ISLAM DI ZAMAN MODERN DAN SOLUSI PENYELESAIANNYA"

  1. dewalotto adalah Situs Judi Online Resmi Terkemuka dan Terpercaya di ASIA yang memberikan tempat bertaruh secara fair play untuk para penjudi dari indonesia.
    Dengan menerapkan teknologi terbaru dari situs ini,
    cukup hanya menggunakan satu akun saja anda dapat langsung bermain berbagai taruhan terbaik .
    Apa saja yang dapat dimainkan ?
    Berawal dari Judi Bola Online, Live Casino, Slot Game ataupun Poker ,
    dan masih banyak terdapat jenis game menarik lain semua dapat anda nikmati dengan merasa aman dan nyaman bersama dewalotto
    Untuk Info selengkapnya Hubungi kami di :
    WA : +855 888765575
    Kami Siap Melayani anda 24 jam Nonstop

    ReplyDelete