SEJARAH IDUL ADHA DAN MAKNA IDUL ADHA

Assalamu'alaikum Wr.Wb.


Bertemu lagi dengan Saya Husnul. Pada kesempatan kali ini Saya akan menjelaskan Artikel Tentang Sejarah Idul Adha dan Makna Idul Adha. Pembaca yang budiman umat islam merayakan dua kali hari besar yaitu hari besar Idul Fitri dan hari raya Idul Adha yang mana hari raya idul fitri sebelumnya kita melaksanakan puasa ramadhan sedangkan hari raya idul adha kita bila mampu melaksanakan qur'ban. Pada kesempatan kali saya akan menjelaskan Sejarah Idul Adha dan Makna Idul Adha. 

Pembaca yang budiman. Idul Adha jatuh pada bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah merupakan bulan bersejarah bagi umat islam. Umat islam dibulan Dzulhijjah melaksanakan rukun islam yang kelima yaitu naik haji. Dalam melaksanakan ibadah haji tidak mengenal latar belakang, mau dia seorang pedagang, seorang pengusaha sukses atau profesi yang lain. Karena semua sama melaksanakan ibadah haji.
Pembaca yang budiman. Pada hari raya Idul Adha orang muslim melaksanakan shalat sunnah idul adha dan melaksanakan qurban bagi yang mampu qurban. Perintah berkurban berasal dari kisah penyembelihan nabi ismail putra nabi ibrahim yang pada ahirnya digantikan dengan seeokor domba.



Pembaca yang budiman. Kisah nabi ibrahim tersebut merupakan puncak dari kepatuhan seorang hamba kepada tuhannya meskipun perintah tersebut amat berat karena perintah menyembelih darah dagingnya sendiri, walaupun demikian tidak menjadi halangan kepatuhan nabi ibrahim kepada Allah. Hal tersebut harus kita teladani.

Pembaca yang budiman. Dari kisah nabi ibrahim dan nabi ismail ada pelajaran yang harus kita petik yaitu betapa pentingnya nyawa manusia.

Bagaimana Sejarah Idul Adha ?

Pembaca yang budiman. Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dikenal oleh orang muslim sebagai hari raya haji, karena pada tanggal 10 Dzulhijjah orang yang sedang melaksanakan ibadah haji sedang wukuf di Arafah. Mereka yang melaksanakan melaksanakan wukuf di Arafah memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segi bidang kehidupan. Mereka tidak bisa dibedakan karena mereka sama-sama sedang membaca kalimat talbiyah.

Pembaca yang budiman. Hari Raya Idul Adha dinamakan hari raya haji, disebut juga hari raya qurban. Karena pada saat hari raya itu Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagi kita yang belum mampu melaksanakan haji oleh Allah SWT kita diberi kesempatan untuk melaksanakan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Jika kita melihat sejarah perayaan Idul Adha. Kita teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail yang saat itu masih menyusui. Mereka saat itu di tempatkan di lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyai dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu. Apa maksud wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 km dari negaranya sendiri palestina. Tapi baik nabi ibrahim, maupun istrinya siti hajar menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.

Allah SWT mengabadikannya dalam surat ibrahim ayat 37 :

َرَبَّنَا إِنِّني أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّةِ بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَكَ بَيْتِكَ اْلمُحَرَّمِ رَبَّنَالِيُقِيْمُواالصَّلاَةِ فاَجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ الناَّسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِن الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْن


Artinya : "Ya Tuhan kami sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami ( sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur" (Qs.Ibrahim:37)

Pembaca yang budiman. Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala siti hajar kehabisan air minum hingga tidak bisa menyusui nabi ismail, beliau mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa'i) antara bukit sofa dan marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air zam-zam. Siti Hajar dan Nab Ismail memperoleh sumber kehidupan.


Apa Makna Idul Adha ?

Pembaca yang budiman. Setiap perayaan tentu ada makna yang tersirat di dalamnya. Seperti hari raya idul fitri yang memiliki makna bagi umat muslim di kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah makan Idul Adha :

1. Mengajarkan Sifat Berbagi

Hari raya idul adha mengajarkan kita untuk mempunyai sifat berbagi bagi sesama. Kita bisa mempraktekan sikap saling berbagi dengan berkurban terhadap tetangga kita, orang yang membutuhkan dan anak yatim. Hal ini dapat melatih kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar kita seperti ekonomi tetangga kita yang kekurangan menjadikan diri kita tidak pelit.

2. Memupuk Rasa Empati

Makna idul adha yang kedua tak beda jauh dengan point yang pertama mengajarkan sifat berbagi. Di point yang kedua ini menjadikan pengingat untuk kita menunaikan ibadah qurban. Berqurban melatih kepedulian kita terhadap sesama. Apabila kita orang yang cukup dalam harta maka kita harus menyisihkan sebagian harta kita untuk orang yang membutuhkan.

3. Meningkatkan Ketakwaan

Berkurban adalah amalan yang diperintah Allah yang telah tercantum dalam kitab suci Al-Qur'ban dan menjadi suatu amalan yang baik dan wajib dijalankan bagi umat muslim jika memiliki ekonomi yang mapan. Oleh karena itu, ibadah berkurban menjadikan diri seorang muslim lebih bertakwa kepada Allah SWT.

4. Rezeki Berlimpah

Perintah berkurban di wajibkan bagi mereka yang mempunyai rizky yang berlimpah, dibalik diwajibkannya berkurban bagi mereka yang mempunyai rizki berlimpah yaitu memperlancar rizki

5. Dapat Pahala

Berkurban adalah aktivitas yang mengajak anda untuk mendapatkan imbalan pahala di dalamnya. Hari raya idul adha adalah kesempatan bagi anda untuk melatih ketakwaan kepada Allah SWT. Jadi tidak ada salahnya anda berbagi kurban kepada orang yang membutuhkan, anda juga akan mendapatkan pahala.

6. Butuh Pengorbanan

Idul Adha mengajarkan kita bahwa untuk mencapai segala sesuatu membutuhkan pengorbanan. Maka pengorbanan wajib dilakukan. Sama halnya dengan Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan buah hatinya, kemudian oleh Allah digantikan dengan domba.

7. Taat Kepada Orang Tua

Kisah nabi ibrahim yang akan menyembelih anaknya sudah tidak asing lagi bagi kita umat islam. Menariknya ketika perintah dari Allah itu datang, Nabi Ismail tidak banyak beralasan dan justru malah meneguhkan semangat orang tuanya untuk tidak perlu ragu melaksanakan perintah Allah SWT.

8. Mengajarkan Ikhlas dalam Semua Cobaan

Ketika Nabi Ibrahim akan menyembelih Nabi Ismail, sang anak nabi ismail tidak ada sepatah kata pun mengeluh dan sang ayah tetap mengerjakan perintah Allah tanpa mundur.

9. Tulus Melaksanakan Perintah

Nabi Ismail yang dikurbankan oleh Nabi Ibrahim sebenarnya adalah anak satu-satunya yang dimiliki. Itupun setelah menunggu sekian lamanya. Kemudian ketika datang perintah untuk menyembelih Nabi Ismail, Nabi Ibrahim tanpa banyak beralasan akhirnya melaksanakan tugas.

Kesimpulan

Idul Adha jatuh pada bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah merupakan bulan bersejarah bagi umat islam. Umat islam dibulan Dzulhijjah melaksanakan rukun islam yang kelima yaitu naik haji. Dalam melaksanakan ibadah haji tidak mengenal latar belakang, mau dia seorang pedagang, seorang pengusaha sukses atau profesi yang lain. Karena semua sama melaksanakan ibadah haji.

 Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dikenal oleh orang muslim sebagai hari raya haji, karena pada tanggal 10 Dzulhijjah orang yang sedang melaksanakan ibadah haji sedang wukuf di Arafah. Mereka yang melaksanakan melaksanakan wukuf di Arafah memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segi bidang kehidupan. Mereka tidak bisa dibedakan karena mereka sama-sama sedang membaca kalimat talbiyah.

Makna Idul Adha

Pembaca yang budiman. Setiap perayaan tentu ada makna yang tersirat di dalamnya. Seperti hari raya idul fitri yang memiliki makna bagi umat muslim di kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah makan Idul Adha :

1. Mengajarkan Sifat Berbagi
2. Memupuk Rasa Empati
3. Meningkatkan Ketakwaan
4. Rezeki Berlimpah
5. Dapat Pahala
6. Butuh Pengorbanan
7. Taat Kepada Orang Tua
8. Mengajarkan Ikhlas dalam Semua Cobaan
9. Tulus Melaksanakan Perintah

Demikian Artikel Tentang Sejarah Idul Adha dan Makna Idul Adha

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.


1 Response to "SEJARAH IDUL ADHA DAN MAKNA IDUL ADHA"

  1. Izin ya admin..:)
    Hanya Ada di DEWALOTTO semua bisa jadi jutawan jadi tunggu apa lagi yukkk...
    ADD WA +85569312579 Terima Kasih admint...:)

    ReplyDelete